Pengalaman Mendaki Gunung ?
beeeuuh... serasa mengikuti theme songnya Ninja Hatori, "Mendaki gunung
lewati lembah sungai mengalir indah ke samudera bersama teman bertualang"
.. asssek .. pertama kali benar-benar mendaki saat masih duduk di bangku SMP
*ups masak iya lagi duduk di bangku smp sambil mendaki*,,bukan..bukan maksudnya
waktu status ane sebagai siswa SMP, waktu itu acara reuni sama temen - temen SD
dulu. Gunung yang kita sepakati untuk di kunjungi adalah Gunung Ungaran yang
tingginya sekitar 2.050, menjadi salah satu gunung di Jawa Tengah yang banyak
diidolakan oleh para pendaki pemula. Di Gunung Ungaran ini ada sebuah
perkampungan para pemetik teh, kampung Promasan namanya, sederhana, sejuk dan
indah adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kampung Promasan ini, ada
beberapa lokasi asyik yang wajib dikunjungi oleh para pengunjung, beberapa
tempat tersebut adalah :
- Goa Jepang
Goa yang disinyalir peninggalan
Jepang waktu menjajah dulu ini terdapat beberapa bilik-bilik yang digunakan
tentara Jepang sebagai kamar. Terdapat dua ujung dari Goa Jepang sebagai mulut
Goa dan beberapa lubang yang difungsikan sebagai ventilasi udara. Dari
penuturan para pendaki Goa ini terkenal wingit dengan ikon penunggunya tentara
Jepang, Wanita rebonding (kunti) dan Hulk versi Jawa(Genderuwow). So, tetep
berdoa dan harus sopan ya guys...
- Pemandian Promasan
Pemandian umum terbuka dengan airnya
yang jernih dan bbrrr...dingiiin banget terdapat beberapa candi dan sesaji.
Biasanya para pendaki memanfaatkan limpahan air di pemandian ini sebagai
amunisi untuk mendaki ke puncak Ungaran.
- Perkebunan Kopi
hamparan luas perkebunan kopi yang
sangat hijau sangat bagus untuk cuci mata *gak cuma di mall buat cuci mata*.
Kehijauan kebun kopi dapat memberikan spirit baru bagi para pengunjung ditambah
lagi binatang yang menjadi ikon kopi yaitu Luwak yang keluyuran menambah
kealamian tanah Promasan. Keindahan dari Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan
?
nah itu tempat-tempat yang menjadi
ikon Promasan. Ok lanjut cerita pendakian pertama ane. Memasuki waktu Ashar
kami menyiapkan tenda serta perapian. Setelah Sholat Ashar berjamaah kami
segera menuju ke tenda dan menyembelih bebek yang kami bawa dari rumah. Sesaat
menikmati Sunset kami kembali ke tenda berganti dengan baju hangat dan menyiapkan
api unggun ditemani mega merah kami berramai-ramai menikmati keindahan alam Promasan, begitu indah pemandangan langit, penuh dengan bintang-bintang dan udara yang menusuk tulang. Sekalipun udah pake baju hamgat tetap saja hawa dengan memaksa kami untuk mencari kehangatan tambahan,, hmmmm apa yaa.. Api unggun, kami memanfaatkan api unggun dan diselingi permainan kecil, berpantun ria, menikmati bebek panggang ala kadarnya dan kopi hitam, suasana begitu cair dan rasa kekeluargaan sangat terasa. Karena semua sudah merasakan lapar otomatis kantuk menyerang semua member, satu persatu tumbang, menuju ke tenda masing-masing. Alhamdulillah karena dalam tenda ada beberapa anak yang membawa hawa panas masing-masing, hawa dinginpun tak berarti di dalam tenda, hanya saja bau kaos kaki & sepatu begitu menusuk hidung, serasa tidur di area pembuangan sampah, aah tak masalah, anggap saja aroma terapi pengantar tidur. Dengan bantuan aroma kaos kaki & sepatu kamipun dapat tidur nyenyak. Setelah bangun dg badan yang segar dan hidung berair kami turun untuk pulang, kemudian kami stay di Medini untuk melepas lelah serta menunggu jemputan untuk pulang. Jemputan datang dan kamipun pulang serta menikmati liukan-liukan jalan dengan tertidur pulas. Benar - benar suasana yang setiap kali mengingatnya rasa ingin kembali ke masa itulah yang dirasakan.
Instagram: fadlu.00


Tidak ada komentar:
Posting Komentar